Lebih Terang, dan Lebih Tipis, Kompetisi Televisi LED yang tak pernah berakhir

Televisi LED Korea menimbulkan angin topan di dunia
Sampai tahun 1950-an lalu, istilah ‘elektronik’ relatif masih terasa asing bagi sejumlah besar masyarakat. Korea Selatan baru dapat memproduksi pesawat televisi hitam-putih, 30 tahun kemudian, setelah dimulainya siaran televisi hitam-putih pertama internasional pada tahun 1937. Tetapi, sekarang, Korea Selatan berhasil menguasai pangsa pasar internasional bagi produk elektronik rumah tangga. Akhir-akhir ini, suatu barang elektronik buatan Korea Selatan, yaitu televisi LED, Light Emitting Diode terus berhasil mencatat rekor penjualan baru di pasar internasional.
LED, semikonduktor yang mengeluarkan cahaya sendiri
Untuk membahas serba-serbi tentang televisi LED, kita harus mengetahui dulu LED. LED yang disebut Light Emitting Diode, adalah suatu semikonduktor yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, pada saat dialiri listrik, melalui penggabungan elektron bebas dengan gelombang elektronik.
Dengan terjadinya perubahan listrik menjadi cahaya, LED lebih hemat listrik, dan lebih tahan lama serta radiasi panas yang relatif sedikit, dibandingkan dengan lampu pijar dan lampu neon yang ada selama ini. Ditambah lagi, LED dapat menunjukkan gambar dan fungsi mematikan atau menghidupkan dalam waktu cepat. Energi cahaya LED tergantung pada komponen semikonduktor, yang memiliki warna dasar, merah, kuning dan dan warna biru yang dapat menciptakan seluruh jenis warna melalui kombinasi. Oleh karena itu, sejak teori LED ditemukan pada tahun 1923, LED menjadi salah satu sasaran sarana pertunjukan dan akhirnya dikembangkan menjadi televisi LED.
Evolusi televisi, televisi LED
Televisi LED yang mengeluarkan cahaya sendiri, dapat dikatakan sebagai ‘blue ocean’ atau potensial bagi kalangan produsen barang-barang elektronik rumah tangga. Tingkat definisi televisi LED hampir sama dengan cahaya alamiah dan ramah lingkungan alam, karena tidak mengandung material yang berbahaya, misalnya air raksa dan timah serta dapat dibuat dengan skala super tipis. Dengan keunggulan tersebut, skala pasar televisi LED akan meningkat pesat, menjadi 68 juta unit pada tahun 2011 mendatang, meloncat jauh dari pada sekarang, 3 juta unit. Dalam perkembangkan LED itu, Korea Selatan kini mendapat perhatian dari masyarakat internasional. Dalam waktu 3 bulan belakangan ini, Perusahaan Elektronik Samsung Korea Selatan berhasil menjual 500 ribu unit televisi LED, 2.6 kali lipat lebih banyak, dibandingkan dengan jumlah penjualan televisi LED di pasar internasional pada tahun 2008 lalu. Sementara itu, Perusahaan Elektronik LG Korea Selatan, pesaing kuat bagi Samsung, berhasil memproduksi televisi LED yang super tipis dan memiliki resolusi tingkat tinggi.

Persaingan Samsung dengan LG
Menurut ahli elektronik, televisi LED buatan Korea Selatan dapat dikatakan ‘suatu revolusi’ baik dari segi teknologi maupun segi mutu, berbeda jauh dibandingkan dengan pesawat televisi sebelumnya. Tebal televisi LED buatan Korea, tidak sampai 3 sentimeter dan tingkat definisinya tercatat 7 kali lebih terang dari pada pesawat televisi lainnya, berkat kemampuan teknologi swasembada yang dimiliki. Korea Selatan, negara pemimpin teknologi semikonduktor internasional, berhasil mengembangkan teknologi memasang LED pada layar televisi secara keseluruhan yang dapat menjamin tingkat definisi tinggi, terlepas dari teknologi-teknologi milik negara lain, yakni metode ‘Edge’ untuk memasang LED pada kerangka layar televisi. Ditambah lagi, Korea berhasil mengembangkan teknologi pemasangan lensa khusus dalam proses produksi televisi LED yang dapat menyebarluaskan jangkauan cahaya. Perusahaan Elektronik Samsung dan Perusahaan Elektronik LG dalam persaingan hebat saat ini, tetap memimpin pengembangan teknologi pembuatan pesawat televisi LED. Untuk menguasai pangsa pasar internasional pesawat televisi LED, Korea Selatan harus menuntaskan terlebih dahulu masalah harga mahal yang saat ini tercatat 7 ribu dolar Amerika lebih per satu unit, hampir 30 persen lebih mahal dari pada pesawat televisi sebelumnya.

Penuntasan masalah harga mahal
Menurut Samsung dan LG, pihaknya dapat menuntaskan masalah harga mahal pesawat televisi LED, karena pengembangan lanjutan teknologi LED dapat menurunkan harganya. Dalam resesi yang sudah berlangsung lama, akibat krisis moneter internasional, perusahaan elektronik Korea Selatan tak henti-hentinya melakukan investasi bagi pengembangan teknologi canggih termasuk LED.

Source : http://world.kbs.co.kr


Tidak ada komentar:

Posting Komentar